BAB I
PENDAHULUAN
Pada umumnya masyarakat cenderung
berperilaku dengan berpedoman pada institusi yang ada dalam masyarakat.
Perilaku di pasar dituntun oleh institusi di bidang ekonomi, perilaku di tempat
ibadah dituntun oleh institusi di bidang agama, perilaku di kotak suara atau
mimbar organisasi politik dipengaruhi institusi di bidang politik. Inilah yang
sering disebut dengan konformitas. Akan tetapi hal ini sering diselewengkan,
dan inilah yang disebut dengan penyimpangan sosial.
Perilaku sosial merupakan hal
terpenting dalam suatu sosialisasi kehidupan, tak sedikitpun seseorang mengelak
akan keberadaan perilaku sosial di sekitar kita. Oleh karena itu, kehidupan di
masyarakat sangat sarat dengan perilaku sosial, baik itu perilaku sosial yang
individualis maupunkolektif. Keberadaan perilaku ini membawa dampak
tersendiri bagi dunia sosial yakni penyimpangan dari perilaku sosial tersebut.
Dalam kehidupan di Indonesia, banyak
kita temukan berbagai macam bentuk penyimpangan dari perilaku sosial kolektif,
bahkan hal ini telah merambah hingga ke seluruh aspek institusi di berbagai
bidang.


