Review film world war z
Kejadian
berawal saat Gerry Lane bersama Karen Lane (istrinya) sedang berada dalam
kendaraan dengan tujuan mengantar kedua putrinya untuk sekolah. Karen Lane
bertanya kepada Gerry yang sedang menunggu kemacetan tentang banyaknya
helikopter dan motor polisi yang berlalu lalang.
Karena ingin
tahu, akhirnya Gerry Lane pun keluar dari mobilnya untuk melihat keadaan. Akan
tetapi tiba-tiba sebagian orang telah menjadi zombie dan menularkan virusnya ke
satu dengan yang lain sehingga penyebarannya pun terjadi dengan cepat.
Tanpa
berpikir panjang, Gerry Lane langsung menyuruh anaknya keluar dan langsung
berlari sambil menghubungi pihak PBB untuk penjemputan di sebuah apartemen.
Kisah Gerry
Lane dalam World War “Z” bisa dikatakan cukup menegangkan dan juga menarik. Hal
yang menarik adalah pada bagian akhir film yang dimana Gerry Lane berhasil
menemukan kelemahan zombie dan cara mengatasi agar zombie tidak mengejar.’
Pendapat :
Film ini
berbeda dengan novelnya sendiri. Dalam novelnya alur cerita berisi kesaksian
dari orang yang pernah mengalami dari berbagai Negara setelah 10 tahun serangan
Zombi. Sedangkan dalam filmnya cerita dimulai dengan serangan Zombi itu sendiri
saat ini, bukan 10 tahun kemudian. Film ini disajikan dengan ketegangan sejak
awal sampai akhir. Sifat ketegangan yang ditampilkan bukanlah horor atau
misteri malam tetapi sebuah ketegangan thriller yang berpacu dengan waktu.
Special
efek yang digunakan cukup lumayan dalam menghadirkan ribuan Zombie yang tumplek
blek dan memanjat tembok atau gedung bertingkat. Penampakan pesawat terbang
dengan manusia yang berhamburan keluar cukup membuat penonton bertahan napas
dengan pikiran kapan ketegangan ini bisa berakhir.
Secara umum
penampilan semua pemainnya lumayan. Hanya saja sang sutradara berusaha
menyampaikan cerita tentang emosional keluarga dan keterikatannya kurang
maksimal. Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan seperti misalnya kenapa
Zombi bisa bekerja sama memanjat tembok. Kenapa Zombi tidak memangsa korbannya
melainkan menggigit saja lalu meninggalkannya. Sebagai sebuah tontonan film ini
cukup lumayan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar